Cincau
adalah tanaman yang daunnya menghasilkan gel (jeli), semacam agar-agar untuk
bahan minuman. Agar-agar cincau terasa segar dan tawar dengan aroma yang sangat
khas. Selain lezat dan menyegarkan, cincau juga berkhasiat antipiretik
(menurunkan suhu badan atau yang populer sebagai panas dalam), dan stomakikum
(merangsang nafsu makan). Khasiat ini disebabkan leh adanya kandungan berbagai
alkaloid, yang terdapat dalam butir hijau daun. Cincau bisa dikonsumsi secara
tunggal dengan santan dan gula merah, bisa pula dengan campuran berbagai macam
bahan. Dalam es campur, cincau dikonsumsi bersamaan dengan aneka buah. Biasanya
blewah dan nangka, ditambah tapai dan bahan-bahan lain sesuai selera. Yang
biasa dikonsumsi secara tungal adalah cincau hijau. Yang dicampur dengan
berbagai bahan lain adalah cincau hitam.
Cincau
hijau berasal dari dua jenis tanaman yang berbeda. Yakni cincau rambat (Cyclea barbata) dan cincau perdu (Premna oblongifolia). Sementara cincau hitam
berasal dari tanaman Mesona
palustris atau
janggelan (gel dibaca seperti pada togèl dan gèlèng).
Cincau rambat, sesuai dengan namanya merupakan
terna berbatang lunak yang merambat dengan cara membelit. Batangnya berwarna
hijau tua. Panjang batang bisa mencapai 4 sd. 5 m. untuk mencapai lokasi yang
mendapat sinar matahari. Daunnya berbentuk jantung agak bulat, berwarna hijau
tua dan dipenuhi bulu halus. Panjang dan lebar daun sekitar 10 cm. Ujung daun
meruncing. Cincau rambat selalu berumah dua. Yakni bunga jantan dan betina
berada pada dua tanaman yang berlainan. Bunga jantan maupun betina berupa
dompolan pada malai kecil yang tumbuh menggantung dari bekas ketiak daun (ruas
batang). Buahnya berupa beri yang juga membentuk dompolan dengan butiran
lonjong ukuran 0,5 cm.. Ketika muda, buah berwarna hijau dan menjadi putih
kecokelatan ketika masak. Di dalam buah ini ada biji berwarna hitam yang bisa
disemai.
Cincau
rambat membentuk rimpang (umbi) di dalam tanah. Panjang umbi bisa sampai 50 cm.
dengan diameter 2 sd. 3 cm. Warna kulit umbi cokelat cerah dengan bagian dalam
keputihan. Dengan adanya umbi ini, tanaman cincau yang pada musim kemarau
mengering seluruhnya, pada awal musim penghujan akan menumbuhkan tanaman baru.
Rimpang ini bisa dipotong-potong sepanjang 2 cm. untuk disemai. Dalam waktu
antara 2 sd. 3 bulan, potongan rimpang akan menghasilkan individu tanaman baru.
Cincau rambat bisa ditanam dengan dirambatkan pada tanaman lain. Misalnya
lamtoro atau gamal. Bisa pula dibuatkan para-para dan pagar sebagai rambatan.
Arah pagar sebaiknya dari utara ke selatan agar distribusi sinar matahari bisa
merata. Dari satu individu tanaman, daunnya bisa dipanen sebulan sekali.
Produktivitas daun cincau rambat tidak terlalu besar. Meskipun aroma (rasa)
cincaunya lebih lezat dan harum dibanding cincau perdu.
Seperti namanya, cincau perdu memang berupa
perdu yang bisa mencapai ketinggian 5 m. Namun untuk memudahkan pemanenan daun,
biasanya tanaman selalu dipangkas hingga ketinggiannya selalu terjaga sekitar 2
m. Daun cincau perdu berbentuk lonjong dengan ujung meruncing. Warna daun juga
hijau tua dengan ukuran lebar 8 cm. dan panjangnya 12 cm. Beda dengan daun
cincau rambat yang berbulu halus, daun cincau perdu halus dan licin. Kalau daun
cincau rambat tipis dan lemas (mudah ditekuk-tekuk), maka daun cincau perdu
kaku dan tebal. Cabang dan ranting cincau perdu akan selalu mengeluarkan akar
gantung seperti halnya pada tanaman ficus (keluarga beringin). Perbanyakan
cincau perdu cukup dilakukan dengan setek. Sebaiknya setek diambil dari ranting
atau cabang yang kulitnya sudah berwarna cokelat. Lebih baik lagi kalau ranting
atau cabang tersebut sudah ditumbuhi oleh akar-akar gantung. Produktivitas
cincau pedu lebih tinggi dibanding cincau rambat. Itulah sebabnya tukang cincau
hijau selalu mengandalkan bahan dari tanaman cincau perdu. Bukan cincau rambat.
Cincau perdu dan rambat, bisa tumbuh baik di dataran rendah sd. menengah ( 0 m.
sd. 600 m. dpl.).
Pembuatan
cincau hijau
Bahan-bahan yang di perlukan untuk cincau:
- Daun cincau segar (baru
metik) 1,5kg
- Air 30 liter
- Pewarna makanan (hijau)*
Bahan untuk sirup dan santan
- Santan dari 3 butir kelapa
- Gula merah 3 kg
- Daun jeruk 2 kepal
- Daun pandan 10 helai
- Es serut halus 30 liter
(ini
untuk 100 porsi)
Peralatan yang digunakan
untuk membuatnya:
- Panci
- Baskom
- Saringan santan
- Saringan cincau dari kain
(biasanya seperti kain saringan tahu)
-
1.
Panaskan
air (untuk merebus daun cincau),isi air pada panci adalah ¾,
2.
Setelah
mendidih, masukan air setengah gayung supaya tingkat didihnya mereda sedikit,
soalnya berdasarkan pengalaman daun cincau tidak boleh di rebus pada air yang
sangat mendidih, karena itu akan membuat proses penggumpalan menjadi lama
bahkan gagal jadi cincau,
3.
Rebus
daun cincau sampai layu kira-kira 3 menit, angkat dan cuci sampai dingin
kembali,
4.
Tiriskan
daun cincau teersebut dan masukan ke dalam baskom yang berisi air 30 liter
tersebut,
5.
Peras
daun cincau dengan keadaan tangan tenggelam di air 30 liter tersebut, ini
dilakukan supaya saat memeras cincau tidak menimbulkan buih terlalu banyak,
6.
Jika sudah
mengental maka yang Anda lakukan adalah dengan membuang ampas nya(ampas kasar),
7.
Siapkan
kain saringan pada Loyang atau wadah besar dan saring cincau tersebut,
8.
Setelah
disaring dan cincau sudah tak berampas, aduklah beberapa kali dengan gayung
supaya kentalnya merata,
9.
Diamkan
selama 3-4 jam(normalnya), dan cincau siap di untuk di konsumsi.
Proses pembuatan santan:
1.
Rebus
pandan pada 5 liter air,
2.
Setelah
air pandan dingin lalu peraslah santan tersebut di air pandanya dan saring.
Proses pembuatan gula
(sebagai sirup)
1.
Rebus
gula beserta air sebanyak 1 liter,
2.
Tambahkan
¾ sdm garam,
3.
Masukan
daun jeruk,
4.
Setelah
matang saring dan tunggu sampai dingin untuk dapat di pakai,
Note: dalam merebus gula
sebaiknya panci jangan di tutup, sering terjadi gula merah saat mendidih luber
dan tumpah, saat mendidih kecilkan api dan aduk terus sampai semuanya lebur.
Penyajian:
Proses di atas adalah untuk
100 porsi (cocok buat resepsi) J
Sendok cincau sedikit demi
sedikit ke dalam mangkok atau tempat lain yang Anda suka, tambahkan santan, es
serut halus dan terakhir gula. Jika ada durian atau nangka anda bisa
menambahkanya. Dan minuman “legenda” siap diminum.
pewarna*
ini di perlukan supaya dimana cincau sudah mengental dan menjadi agar2 warnanya
tetap hijau. Karena jika tak memakai pewarna, saat mengental warnanya akan
berubah menjadi coklat kehitaman, itu karena daun cincau di rebus sebelum dip
eras dan kadar warna setelah itu tergantung dari kondisi daun cincau tersebut. Soalnya
terkadang dari beda pohon tingkat warna daunya berbeda pula.
Kebun cincau
Sampai sekarang cincau perdu
masih dibudidayakan secara terbatas. Budidaya cincau perdu paling banyak
dilakukan di sepanjang pinggir rel kereta api dari Pasarminggu dan Klender
menuju Manggarai. Sementara cincau rambat lebih banyak dibudidayakan secara
terbatas untuk dikonsumsi di rumahtangga, terutama sebagai bahan obat
tradisional.
pedagang cincau di karet tengsin sekitaran sudirman
pedagang cincau di karet tengsin sekitaran sudirman
| pak mulya karet tengsin sebrang citywalk sudirman |
Menerima pesanan hubungi 081311599392 ,Pak Mulya.